ASAL-USUL BANGSA LIMBOTO

Beberapa abad silam negeri kita digenangi oleh lautan. Sekarang, lautan itu telah berubah menjadi kebun-kebun dan kota-kota yang indah. Pulau-pulau mulai tampak seiring dengan surutnya air laut. Di antara pulau-pulau, ada sebuah pulau yang kini telah menjadi Pegunungan Boliyohuto.

Dikisahkan pada suatu hari terhanyutlah sebuah benda putih di atas air. Benda itu terdampar di pantai. Pada suatu hari, benda itu pecah dan dari dalamnya keluarlah suatu makhluk yang menyerupai manusia yang berjenis kelamin Iaki-laki. Makhluk itu hidup dari alam sekitarnya. Bila ia lapar, maka ia mcmbuka mulutnya ke arah pohon kayu yang menaunginya. Buah pohon kayu itu jatuh tepat di mulut-nya. Dengan demikian, ia mendapat makanan. Makin lama makhluk
itu makin besar dan ia semakin menjauhkan diri dari pohon itu. Kadangkala ia pergi jauh dari pohon itu dan kadang-kadang, ia datangkembali ke tempat kelahirannya. ‘

Pada suatu hari ia duduk di bawah pohon itu berlindung dari teriknya matahari. Awan yang berkumpul makin hitam pertanda akan turun hujan. Tiada berapa lama angin bertiup disertai hujan lebat. Kilat dan halilintar sambung-menyambung. Badai itu sangat hebat. Makhluk itu ketakutan. Tiba-tiba kilat menyambar pohon itu dan jatuhlah kayu yang menyala-nyala ke atas tanah di hadapannya. Kayu yang menyala itu dihampirinya dan ia merasa senang karena hangat oleh nyala api itu. Diulurkan tangannya, dinikmatinya hangatnya api tersebut. Dengan cara itu, ia berkenalan dengan api. Diambilnya beberapa dahan kayu dan dibuatnya api unggun.

Setiap hari kebiasaan itu dilakukannya sehingga terbiasalah hidup dengan api. la merasa tak dapat hidup kalau tidak ada api. Oleh sebab itu, ia mencintai api. Akhirnya, api itu mulai dipertuhankannya. Api itu berkuasa atas dirinya. Seolah-olah nyawanya ada dalam genggaman api itu. Oleh karena itu, api pun mulai disembah dan dipertuhankan.

Ketika berjalan-jalan di pantai, ia melihat sebuah benda yang merayap di pasir. Dibawanya benda itu ke tempat tinggalnya. Sampai di sana, benda itu diletakkan di atas api. Lama-kelamaan, benda itu menjadi lemah dan tak bergerak lagi. Benda itu dimasukkan ke dalam mulutnya. Dimakan sebuah lagi yang tidak dipanaskan dengan api. Ia merasakan kelainan rasanya. la merasa yang dipanaskan dengan api lebih enak.

Dengan pengalaman itu, ia mulai belajar memasak. Dalam kesunyian malam, ia mendengar sebuah suara. Suara itu menyuruhnya untuk mengelilingi pulau itu. Nasihat itu diikutinya. Ia berjalan mengelilingi pulau itu. Semakin lama berjalan semakin terbentang keindahan di hadapannya. la melihat sebuah danau besar yang jernih airnya. Di sana ia menemui sebuah gua. Ia masuk ke gua itu. Ternyata, di dalamnya ada juga makhluk seperti dirinya. Makhluk itu sedang tidur dan terkejut ketika akan didekati. Dengan bahasa dan sedikit isyarat, ia bertanya tentang asal-usul makhluk itu. Ternyata,makhluk itu adalah seorang perempuan Manurungi (kayangan).

Mereka ada tujuh bersaudara sedang mandi di danau itu. Sementara mereka mandi, mereka mencium bau manusia. Dengan tergesa-gesa mereka melompat ke darat dan hendak mengambil sayap mereka. Keenam kakaknya telah terbang dan ia sendiri tertinggal karena kehilangan sayapnya. Ia sangat takut ditinggal sendiri sehingga pergi menyembunyikan diri di dalam gua itu.

“Barangkali Tuanlah manusia yang baunya kami cium tadi sehingga kami melarikan diri,” tanya perempuan itu.
Laki-Iaki itu menganggukkan kepalanya. Dalam hati, ia gembira karena mendapat teman dan bisa tinggal bersama. Beberapa lama kemudian, dapat diketahui bahwa nama wanita itu adalah Buniagula dan atas permintaannya sendiri, Iaki-laki itu menamakan dirinya Buniaguguta. Nama inilah yang selanjutnya diabadikan pada nama sebuah gunung, Boliyohuto.

Buniagula dan Buniaguguta kawin. Mereka mempunyai seorang anak laki-laki serta seorang anak burung hantu.
Beberapa ratus tahun kemudian, terdamparlah sebuah rakit yang ditumpangi oleh tujuh orang laki-laki dan perempuan. Rakit itu datang dari arah selatan dan berisi bermacam-macam buah serta binatang peliharaan.

Buniagula dan Buniaguguta menerima mereka dengan tangan terbuka. Lama-kelamaan, semakin banyak orang yang menghuni dataran itu sehingga pulau yang tadinya kosong menjadi ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *